Senin, 31 Desember 2012

RENUNGAN TAHUN BARU 2013 MENURUT ISLAM: Makna Tahun Baru, Sejarah Tahun Baru, Hukum Perayaan Awal Tahun Baru, Artikel tahun Baru 1 Januari, Anda ikut merayakan tahun baru, mengikuti siapa?

 
 
 
 
 
 
1 Votes

Sejarah “tahun baru” masehi

Sejak Abad ke-7 SM bangsa Romawi kuno telah memiliki kalender tradisional. Namun kalender ini sangat kacau dan mengalami beberapa kali perubahan. Sistem kalendar ini dibuat berdasarkan pengamatan terhadap munculnya bulan dan matahari, dan menempatkan bulan Martius (Maret) sebagai awal tahunnya.
Pada tahun 45 SM Kaisar Julius Caesar mengganti kalender tradisional ini dengan Kalender Julian. Urutan bulan menjadi: 1) Januarius, 2) Februarius, 3) Martius, 4) Aprilis, 5) Maius, 6) Iunius, 7) Quintilis, 8) Sextilis, 9) September, 10) October, 11) November, 12) December. Di tahun 44 SM, Julius Caesar mengubah nama bulan “Quintilis” dengan namanya, yaitu “Julius” (Juli).Sementara pengganti Julius Caesar, yaitu Kaisar Augustus, mengganti nama bulan “Sextilis” dengan nama bulan “Agustus”. Sehingga setelah Junius, masuk Julius, kemudian Agustus. Kalender Julian ini kemudian digunakan secara resmi di seluruh Eropa hingga tahun 1582 M ketika muncul Kalender Gregorian.
Januarius (Januari) dipilih sebagai bulan pertama, karena dua alasan. Pertama, diambil dari nama dewa Romawi “Janus” yaitu dewa bermuka dua ini, satu muka menghadap ke depan dan yang satu lagi menghadap ke belakang. Dewa Janus adalah dewa penjaga gerbang Olympus. Sehingga diartikan sebagai gerbang menuju tahun yang baru.
Kedua, karena 1 Januari jatuh pada puncak musim dingin. Di saat itu biasanya pemilihan konsul diadakan, karena semua aktivitas umumnya libur. Di bulan Februari konsul yang terpilih dapat diberkati dalam upacara menyambut musim semi yang artinya menyambut hal yang baru. Sejak saat itu Tahun Baru orang Romawi tidak lagi dirayakan pada 1 Maret, tapi pada 1 Januari. Tahun Baru 1 Januari pertama kali dirayakan pada tanggal 1 Januari 45 SM.

==============================================

Sebuah Renungan, “Perayaan Tahun Baru”

Ditulis Oleh Al Ustadz Qomar ZA, Lc.

Anda ikut merayakan tahun baru, mengikuti siapa?

Perayaan tahun baru ternyata bukan sesuatu yang baru, bahkan ternyata itu adalah budaya yang sangat kuno, beberapa umat melakukan. Perayaan itu, diantaranya adalah hari raya Nairuz, dalam kitab al Qomus. Nairuz adalah hari pertama dalam setahun, dan itu adalah awal tahun matahari.
Orang-orang Madinah dahulu pernah merayakannya sebelum kedatangan Rasulullah. Bila diteliti ternyata ternyata itu adalah hari raya terbesarnya orang Persia bangsa Majusi para penyembah api, dikatakan dalam sebagian referensi bahwa pencetus pertamanya adalah salah satu raja-raja mereka yaitu yang bernama Jamsyad.
Ketika Nabi datang ke Madinah beliau mendapati mereka bersenang–senang merayakannya dengan berbagai permainan, Nabi berkata: ‘Apa dua hari ini’, mereka menjawab, ‘Kami biasa bermain-main padanya di masa jahiliyah’, maka Rasulullah bersabda:
إِنَّ اللَّهَ قَدْ أَبْدَلَكُمْ
بِهِمَا خَيْرًا مِنْهُمَا يَوْمَ الأَضْحَى وَيَوْمَ الْفِطْر
“Sesungguhnya Allah telah menggantikan untuk kalian dua hari itu dengan yang lebih baik dari keduanya yaitu hari raya Idul Adha dan Idul Fitri. [Shahih, HR Abu Dawud disahihkan oleh asy syaikh al Albani]
Para pensyarah  hadits mengatakan bahwa yang dimaksud dengan dua hari yang sebelumnya mereka rayakan adalah hari Nairuz dan hari Muhrojan [Mir’atul mafatih]
Di samping majusi, ternya orang-orang Yahudi juga punya kebiasaan merayakan awal tahun, sebagian sumber menyebutkan bahwa perayaan awal tahun termasuk hari raya Yahudi, mereka menyebutnya dengan Ra’su Haisya yang berarti hari raya di penghujung bulan, kedudukan hari raya ini dalam pandangan mereka semacam kedudukan hari raya Idul Adha bagi muslimin.
Lalu Nashrani mengikuti jejak Yahudi sehingga mereka juga merayakan tahun baru. Dan mereka juga memiliki kayakinan-keyakinan tertentu terkait dengan awal tahun ini. [Bida’ Hauliiyyah]
Tidak menutup kemungkinan masih ada umat-umat lain yang juga merayakan awal tahun atau tahun baru, sebagaimana disebutkan beberapa sumber. Yang jelas, siapa mereka?, tentu, bukan muslimin, bahkan Majusi penyembah api nasrani penyemabah Yesus dan Yahudi penyembah Uzair.

Jadi siapa yang anda ikuti dalam perayaan tahun baru ini?

Lebih dari itu, ternyata perayaan tahun baru ini telah dihapus oleh Rasulullah Shallahu alaihi wa sallam, bukankah anda ingat hadits di atas?, Nabi menghapus perayaan Nairuz dan Muhrojan dan mengganti dengan idul Fitri dan Adha.
Lalu, kenapa muslimin menghidup-hidupkan sesuatu yang telah dimatikan Rasulullah Shallahu alaihi wa sallam. Kata Ibnu Taimiyyah, Allah Subhanahuwata’ala mengganti (Abdala) konsekwensi dari kata Abdala (menggati) adalah benar-benarnya terhapus hari raya yang dulu dan digantikan dengan penggatinya, karena tidak bisa berkumpul antara yang menggati dan yang digantikan.
Tapi, kenyataannya justru tetap saja umat ini merayakan tahun baru, melanggar sabda Rasulullah Shallahu alaihi wa sallam, sungguh benar berita kenabian Rasulullah Shallahu alaihi wa sallam
« لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ مَنْ قَبْلَكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ ، وَذِرَاعًا
بِذِرَاعٍ ، حَتَّى لَوْ سَلَكُوا جُحْرَ ضَبٍّ لَسَلَكْتُمُوهُ » .
قُلْنَا يَا رَسُولَ
اللَّهِ ، الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى قَالَ « فَمَنْ »
“Benar-benar kalian akan mengikuti jalan-jalan orang yang sebelum kalian, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, sehingga bila mereka masuk ke lubang binatang dhob (semacam biawak), maka kalian juga akan memasukinya. Kami berkata: Wahai Rasulullah Yahudi dan nashrani? Beliau berkata: Siapa lagi?.” [shahih, HR al Bukhori Muslim dan yang lain]
Kaum muslimin…
Belum lagi, apa yang mereka lakukan dalam perayaan tahu baru? Bukankan berbagai kemungkaran yang sangat bertolak belakan dengan ajaran agama. Kalau anda dari jenis orang yang pobhi dengan ajaran agama, saya katakan, bukankah dalam acara itu banyak terjadi hal-hal yang bertentangan dengan kesusilaan, abad, sopan santun, kehormatan jiwa dan berbagai kemuliaan-kemualiaan yang lain.
Hampir semua atau semua yang terjadi adalah kerendahan dan kehinaan martabat manusia apalagi martabat muslim. Tentu kita semua, saya dan anda dan mereka, sebenarnya menyadari akan hal itu, lalu kapan kita akan meninggalkannya, mengapa masih saja memeriahkan acara tersebut, tidakkah kita kembali saja kepada kehormatan kita dan kemulian kita serta tentunya ajaran agama kita.
Bersihkan dari bercak-bercak perayaan tahun baru, joget, pentas musik yang identik dengan kerendahan moral, minuman-minuman keras dan obat-obat terlarang, pembauran antara lawan jenis yang merusak moral, sampai pada pesta hura-hura dengan pakaian minim, pamer aurat, pacaran dan perzinaan, apakah kita menginkari terjadinya hal itu?
Berbagai sumber berita menyebutkan bahwa penjualan alat kontrasepsi baik kondom atau yang lain meningkat tajam dari tahun ke tahun menjelang perayaan malam tahun baru. Miris, kenyataan yang memperihatinkan, inikah moral bangsa kita, dimana susila dan dimana ajaran agama? Bila anda seorang muslim atau muslimah tidakkan takut dengan ancaman Allah Subhanahuwata’ala , Nabi shallahu alaihi asallam bersabda
إذا ظهر الزنا و الربافي قرية فقد أحلوا بأنفسهم عذاب الله
”Tidaklah nampak pada sebuah daerah zina dan riba melainkan mereka telah menghalalkan adzab Allah untuk diri mereka” [Hasan, HR Abu Ya’la, al Hakim dan dihasankan oleh Asy Syaikh al Albani]
Juga, …
لم تظهر الفاحشة في قوم قط
حتى يعلنوا بها إلا فشا فيهم الأوجاع التيلم تكن في أسلافهم
“Tidaklah tampak pada suatu kaumpun perbuatan keji (zina, homoseks) sehingga mereka menampakkannya melainkan akan menyebar ditengah-tengah mereka penyakit-penyakit yang tidak pernah ada pada umat sebelumnya” [Sahih, HR al Baihaqi, disahihkan oleh asy syaikh al albani]
Saudaraku muslim…Saudariku muslimah…Masihkan anda akan menodai diri anda….
Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah Subhanahuwata’ala dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya (Yahudi dan Nashrani), kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.[QS :al Hadid:16]
Ingat, liang lahat menunggu kita semua…
Wassalamu alaikum…
Sumber : http://www.salafy.or.id/sebuah-renungan-perayaan-tahun-baru/

nak sudah 3 tahun tapi belum mau bicara

 
 
 
 
 
 
10 Votes

speechdelayBanyak sekali Mommies baik yang berdomisili di dalam maupun di luar negeri yang berusaha agar anak- anak mereka jangan sampai telat kemampuannya dalam berbicara. Rupanya, penggunaan bahasa kedua di luar bahasa Ibu yang semakin membudaya, seiring dengan banyaknya TBA atau play-group yang mengajarkan bahasa Inggris di Ibukota dan sekitarnya, menambah rasa  ingin tahu para Mommies mengenai Speech Delay.
Sementara bagi Mommies yang berdomisili di luar negeri masalah ini menjadi tantangan utama karena bahasa yang dipakai di dalam rumah, dengan bahasa di luar rumah dan televisi berbeda, sehingga seringkali anak-anak memerlukan waktu hingga dapat berbicara secara lancar dalam masing-masing bahasa.
Seorang Mommy yang mempunyai anak berumur 22 bulan, mengeluh karena sampai seumur ini baru bisa berbicara satu dua tiga patah kata. Mommyyang sudah khawatir sejak lama, sudah memeriksakan anak tercinta ke berbagai dokter dan klinik di Jakarta. Dari Klinik Tumbuh Kembang di RS Bunda, Play-Art Gymboree, Klinik TUmbuh Kembang THT Proklamasi, Speech Therapy Kemang, Klinik Tumbuh Kembang RS Pondok Indah, kesemuanya memberikan komentar yang berbeda. Meskipun DSAnya menyatakan bahwa keseluruhan evaluasi anak baik, sang Mommy masih merasa khawatir. Speech therapisnya hanya mengatakan bahwa sang anak memerlukan latihan dan stimulasi. Sedangkan seorang dokter di RS PI mengatakan hanya memerlukan kelas behavior bagi anak
di bawah umur 3 tahun. Kelas speech therapy baru diperlukan bila usia anak sudah melebihi 3 tahun namun masih belum bisa berbicara. Sementara banyak yang menyarankan sang Mommy untuk memasukkan anaknya ke pre-school begitu mencapai usia 2 tahun.
Sharing pengalaman dan pendapat serta saran dari para Mommies dari berbagai penjuru dunia terbagi menjadi dua:
  1. Agar Mommy bersabar menunggu sampai anak berusia 3 tahun, sampai jelas apakah anak memang mempunyai masalah dalam berbicara, baru memutuskan untuk memberikan speech therapy pada anak. Agar jangan buru-buru memberi label speech delay kepada anak, mengingat usianya yang masih di bawah 2 tahun, dan masih terbuka banyak kemungkinan bahwa sang anak tidak menderita speech delay.
  2. Agar Mommy waspada akan kemungkinan speech delay pada sang anak dan segera mencari cara untuk mengatasi permasalahan ini sesegera mungkin. Masalah apapun perlu ditangani secara serius meskipun tetap dengan kepala dingin. Kalau memang memerlukan terapi,sebaiknya sesegera mungkin memberikan terapi kepada anak. Meskipun batas bagi pemberian diagnose speech delay pada anak adalah hingga berusia 5 tahun, namun bila sejak usia 2 tahun segera diterapi, akan lebih memudahkan anak dan terapisnya untuk mencari cara penanggulangan

BAGAIMANA CARA MENGETAHUI SPEECH DELAY PADA ANAK?

Dari sebuah artikel dari American Association of Family Physician yang dikirimkan oleh seorang Mommy, yang dapat dilihat aslinya pada
http://www.aafp.org/afp/990600ap/990600d.html/Speech,
Kita dapat melihat apakah anak kita sudah dapat melakukan hal-hal sbb:
  1. Mengucapkan perulangan suku kata antara umur 12-15 bulan.
  2. Mengerti kata-kata sederhana ( seperti “tidak” dan “stop”) setelah mencapai umur sekitar 18 bulan
  3. Berbicara dengan kalimat pendek setelah mencapai umur sekitar 3 tahun.
  4. Bercerita mengenai cerita sederhana saat berumur antara 4-5 tahun.
Penyebab timbulnya speech delay pada anak:
  1. Kehilangan pendengaran
  2. Kelambatan perkembangan anak
  3. Mental Retardasi
  4. Penyebab lainnya, a.l: bilingual (memakai 2 bahasa utama di dalam rumah), terlantar secara psikologis (anak tidak mendapatkan cukup waktu untuk berbicara dengan orang dewasa), anak kembar, autis (masalah pada otak), anak tidak mau berbicara, CP/cerebral palsy (kelainan dalam pergerakan tubuh karena kerusakan otak)
Dokter memeriksa kemampuan anak dalam berbicara dan juga memeriksa perkembangan mental anak. Anak juga akan mendapat tes pendengaran untuk memastikan apakah anak mempunyai masalah dengan pendengaran atau tidak. Menurut artikel ini, bila anak ternyata didiagnose dengan speech delay, dokter akan memberikan pengobatan disesuaikan dengan penyebabnya.Kadangkala ada anak yang tidak memerlukan pengobatan, karena beberapa anak hanya memerlukan waktu yang lebih lama untuk mulai berbicara.
Dokter akan menjelaskan penyebab dari speech delay anak, dan menjelaskan cara-cara pengobatan yang dapat memperbaikinya. Seorang speech dan language patologis akan membantu di dalam
perencanaan pengobatan. Ia juga dapat memperlihatkan cara bagaimana membuat anak berbicara lebih banyak dan lebih baik.
Ahli medis lain yang dapat membantu a.l:
audiologis (dokter pendengaran), psikolog (specialis dalam masalah sikap/behavior), okupasional therapis (akan mengajarkan cara mendengar dan membaca bibir ) dan pekerja sosial (membantu masalah keluarga). Dokter keluarga akan merefer kepada ahli yang diperlukan.
Diskusi kemudian berkembang kepada cara-cara menstimulasi anak agar lancar berbicara. Mommies yang menyumbangkan saran baik dari sudut psikologis, kedokteran, maupun sebagai orang tua dari
anak yang mempunyai masalah yang hampir serupa, menyarankan hal-hal sebagai berikut :
  1. Mengetahui apa itu speech delayed (SD) = bandingkan dengan tahapan perkembangan dari ahli (nanti akan dimuat di web infoterapi) atau bandingkan dgn anak seusianya.
  2. SD bisa merupakan indikasi gangguan yang lebih serius: autism spectrum disorder (ASD), keterbelakangan mental, gangguan belajar, dsb. Tetapi bisa juga benar-benar cuma developmental delayed atau keterlambatan perkembangan anak.
  3. Anak SD perlu STIMULASI. Stimulasi bisa diperoleh dari tempat terapi atau dilakukan di rumah. Lebih ideal lagi bila dilakukan keduanya. ENGAGEMENT (keterlibatan emosi, interaksi) adalah hal yang perlu dijalin pertama kali. (Berbeda dengan sistem terapi lama yang menekankan pada kepatuhan). Stimulasi di tempat terapi saja tidak cukup (2-3 jam seminggu). Namun, terapi di rumah saja juga ada kekurangannya orang tua perlu mengetahui cara-cara mendekati anak, materi kurikulum, sarana/alat terapi, dll. Idealnya kedua cara tersebut digabung. Orang tua harus hadir saat terapi (Singapura mewajibkan hadir oang tua saat terapi, tanpa kehadiran orang tua tak ada terapi).Terapi wicara sebenarnya adalah latihan oral motor (bibir, rahang, dsb) di Indonesia masih bercampur antara terapi wicara dengan isi ABA, dan terapi okupasi. Sehingga masih diperlukan supervisi dari
  4. Berbicara tidak sama dengan komunikasi. Cobalah cek apakah anak dapat menceritakan kembali pengalaman yang dilaluinya. Apakah anak dapat mengerti bila dibacakan cerita dan dapat menceritakan kembali dengan bahasa yang sederhana? Bila anak dapat melakukan semua itu, berarti tidak ada masalah dalam pengertian dan kemampuan bicara anak.
orang ke tiga yang akan memantau kemajuan terapi.

ANAK BERBAKAT NAMUN MEMILIKI MASALAH BERBICARA ?

Satu hal yang menarik diutarakan oleh seorang Mommy yang mempunyai anak yang bermasalah dengan kemampuan berbicaranya, namun setelah ditelusuri ternyata sang anak tercinta memiliki intelejensia yang sangat tinggi. Menurut sang Mommy, sampai saat ini kajiannya belum ada, jadi anak- anak late talker yang ternyata kelaknya diperkirakan akan berkembang dan bicara tanpa bantuan terapi namun ternyata mengalami learning disabilities, tidak terlacak sejak awal. Banyak kasus saat ini, anak ternyata sudah cerewet tetapi jika diajak bicara sulit menjawab. Dalam pelajaran matematika baik, tetapi kesulitan dalam pelajaran bahasa. Dalam pelajaran dengan menggunakan analisis baik, tetapi sulit dalam pelajaran menghapal.
Kajian untuk kelompok anak seperti ini di Indonesia belum ada. Tapi kelompok pemerhatinya sudah banyak. Indonesia agak ketinggalan memang, sayang sekali. Padahal kelompok anak yang late
talker, semuanya oke termasuk inteligensianya, namun tetap termasuk juga sebagai kelompok anak berresiko. Resikonya (tergantung dari perkembangannya) adalah kelak akan mengalami learning
disabilities (gangguan belajar) perkembangan sosial khusus (lebih introvert), atau kesulitan lainnya selama di sekolah, kerja tim, dan bermain.
Keterlambatan bicara dengan inteligensia normal sampai tinggi, bisa ditelusuri dalam bahasan Centrum Auditory Processing Disorder (CAPD) bagian dari otologi-neurologi, ataupun THT. Di berbagai Universitas di Indonesia belum ada yang sanggup melakukan deteksinya. Karena CAPD ini juga mempunyai spektrum mulai dari ringan sampai berat. Tetapi penelitiannya di berbagai negara sudah mulai banyak, bahkan beberapa negara sudah punya pusat kajiannya. Bagaimana terapi dan stimulasinya juga sudah mulai banyak dibicarakan. Mailing listnya juga sudah mulai banyak.
Mommy dengan anak berbakat ini menyampaikan, bahwa anak tercintanya. sampai umur satu setengah tahun bisa berbicara banyak, bisa berhitung, bisa bernyanyi macam-macam… namun lama-lama bukannya malah berkembang tapi malah mundur, baru berbicara lagi mulai umur 3 dan baru bisa berkomunikasi dua arah umur 5 tahun. Pernah mengikuti speech terapi mulai umur 5,5 selama dua tahun. Sekalipun bisa komunikasi tapi toh ada gangguan dalam kemampuan ekspresi verbalnya.
Di dalam kelompok seperti anak berbakat ini banyak yang harus menerima speech terapy, dan mengalami gangguan belajar yang disebabkan karena kemampuan pengertian bacaan tidak memadai.Meskipun mempunyai inteligensia normal sampai tinggi, tetapi mengalami kelainan perkembangan komunikasi (communication development disorder) . Penyebabnya bukan karena kurang stimulasi lingkungan, bukan karena pendengaran terganggu, bukan karena oral motornya terganggu, tetapi gangguan proses informasi di bagian otak yang mengatur pengolahan informasi dan bentuk gangguan komunikasi ekspresif.
Berbicara dalam Kongres autisme yang diadakan oleh IDAI/IDAJI/PERDOSI dua tahun lalu , sang Mommy melakukan pertemuan- pertemuan dengan para orang tua late talker. Ada 4 (empat) anak anak
yang semula mulai bicara tetapi ternyata perkembangannya tidak ada. Mereka didiagnosa dengan autisme. Ternyata waktu di atas umur 5 tahun mereka keluar dari kriteria autisme, tetapi tetap tidak bisa bicara. Mereka dinyatakan Afasia (tidak bisa bicara) dan kemampuan bicaranya sulit sekali, kosa kata tidak berkembang, cenderung jika dalam bahasa Indonesianya dikategorikan sebagai gagu.
Karena perkembangan seorang anak sulit kita ramal kedepannya. Saran dari Mommy ini adalah untuk selalu siap memperhatikan, siap mendukung dan menstimulasi diri anak agar perkembangannya tidak melenceng jauh. Ada anak yang mempunyai perkembangan diri yang lambat, ada yang normal, ada justru sangat cepat. Ada yang simultan secara harmonis berkembang secara bersamaan, ada yang
satu aspek perkembangan maju cepat tetapi aspek lain tertinggal.
Sumber: balita-anda

Minggu, 30 Desember 2012

DOA MEMINTA JODOH
Allaahumma anta khaliqu kulli nafsin
wajaa’ilu kullin minha zaujahaa fahab Mi zaujanshaalihaa.”
Ya Allah ya Tuhan kami! Engkau Pencipta
setiap jiwa dan Engkaulah yang menjadikan
setiap jiwa itu pasangannya/ jodohnya,
maka berikanlah kepada kami jodoh (suami/istri) yang saleh.
Doa Meminang Perempuan
Alhamdulillaahi. Wash-shalaatu wassalaamu ‘alaa Rasulillaah.
Asyhadu an laa ilaaha iliallaahu wahdahu laasyariika lahu.
Wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu vprasuuluhu.
Ji’tukum raaghiban fii fataatikum fulaanatin
aufii kariimatikum fulaanatin binti fulaanin.

“Segala puji bagi Allah, shalawat dan salamfemoga
tetappada utusan-Nya, saya mengakui bahwasannya
tidak ada Tuhan yang wajib disembah melainkan Allah sendiri-Nya,
dan supaya mengakui bahwasanya Muhammad itu adalah
hamba-Nya dan utusan-Nya, saya datang kepada kalian adalah
karena menghen-daki gadis kalian, atau sifulan bintifulan.”
Doa Memberi Selamat kepada Pengantin
Baarakallaahu laka wabaaraka ‘alaika wajama’a bainakumaa fii khairin.
“Semoga kamu hidup rukun dan damai, direstuiAllah dan
dibahagiakan-Nya.” (HR. Ahmad dan al-Hakim)
Doa Menggauli Istri
Allaahumma jannibnisy-syaithaana, wajannibisy-syaithaana maa razaqtanii.
“Ya Allah, jauhkanlah aku dari syaitan
(perbuatan yang buruk) dari anakku.” (HR. Bukhari)
Doa Menuju Kebahagiaan
Allaahumma innii as-alukai fauza ‘indal qadlaa-i”
Ya Allah sesungguhnya aku memohon Engkau kebahagiaan datangnya qadla’,
tempat orang-orang yang sahid, kehidupan orang-orang yang
bahagia dan pertolongan atas beberapa musuh.”
Doa Keluarga Sakinah
Rabbanaa hab lanaa min azwaajinaawaj’alnaa
lilmuttaqiina immamaa.
“Ya Allah, Tuhan kami,kami dan jadikanlah kami beserta anak
cucu kami pemuka bag! orang-orang yang bertakwa.
Doa Rumah Berkah
Rabbi anzilnii munzalan mubaarakan wa anta khairul munziliina”
“Ya Tuhan kami!
Tempatkanlah kami di tempatyang penuh dengan keberkahan,
sesungguhnya Engkau sebaik-baik yang menempatkan.
Doa Minta Mulia dan Kaya
Allaahumma innii dla’iifun faqawwiniiwa innii dzaliilun fa a’izzanii wa inniifaqiirun fa aghninii yaa arhamarraahimiina.”Ya Allah, sesungguhnya aku lemah,maka kuatkanlah.dan aku adalah hina,maka muliakanlah. Dan aku adalah fakir, maka kayakanlah.
Ya Allah zat yang paling Penyayang.”
Doa Mohon Keselamatan dan Kesejah-teraan
Salaamun’alaik
“Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu.”
Doa Meringankan Beban Ketuaan
Ailahumma ausi’ rizqaka ‘inda kibari
sinnii wanqithaa’i umrii.
“Ya Allah, limpahkanlah rezeki-Mu pada hari tuaku.”
(HR. al-Hakim, Tabrani)
Doa Mohon Kelonggaran Rezeki
Allaahumma yaaghaniyyu yaa
kariimu yaadzal fadl lil’adhiimi yaa waasi’al’
athaa-i walkarami.Allaahumma aghninii bihalaalika
wa akfinii bifadl lika ‘amman siwaaka.”
Ya Allah, Dzatyang kaya, Dzatyang Maha Pemurah,
Dzatyang mempunyaianugerah yang agung,
Dzat yang luas pemberian-Nya dan yang pemurah.
Ya Allah,perkayakanlah aku dengan apa-apa
yang Engkau halalkan,dan cukupkahlah untukku dengan keutamaan-Mu
darisiapa saja yang selain Engkau.”
Doa Selamat
Allaahumma innaa nas-aluka ‘aafiyatan warahmatan
‘indalmauti wamaghfiratan ba’dal mauti.
Allaahumma hawwin ‘alainaa fiisakaraatil
mauti wannajaata minarinaari wal ‘afwa ‘indal hisaabi.
Rabbanaa laatuzigh quluubanaa
ba’da idzhadaitanaa wahablanaa min ladunka
rahmatan innaka antal wahhaabu.Rabbanaa aatinaa f ddunyaa hasanatan
wafil aakhirati hasanatan waqinaa ‘adzaa bannaari.”
Ya Allah kami mohon kepada Engkau
akan keselamatan agama, kesehatan badan,
tambahnya ilmu, berkahnya rezeki,
dapat ampunan sebelum mati, dan dapat ampun-an sesudah mati.
Ya Allah ringankanlah kami nanti diwaktu sakaratul maut,
dan selamatkanlah kami dari
siksa api neraka dan memperoleh ampunan di saat hari perhitungan.
Ya Tuhan kami janganlah Engkau jadikan hati
kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau member!
petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada
kami rahmat dari sisi Engkau;
karena sesungguhnya Engkaulah Maha Pemberi (karunia).
Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di
dunia dan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa api neraka.”
DOA’A MEMINTA AMPUNAN DOSA
ALLAA HUMMAGHFIR LII WA KHATHAAYAAYA KULLAHAA
Artinya: Ya,Allah, ampunilah dosaku dan semua kesalahanku.


Baca klik <a href='http://ayonikah.net/doa-meminta-jodoh.html'>http://ayonikah.net/doa-meminta-jodoh.html</a>

Senin, 08 Oktober 2012

Cara Berbakti Kepada Orang Tua


Cara Berbakti Kepada Orang Tua

Oleh
Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas hafizhahullah
Bergaul dengan keduanya dengan cara yang baik. Di dalam hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam disebutkan bahwa memberikan kegembiraan kepada seorang mu’min termasuk shadaqah, lebih utama lagi kalau memberikan kegembiraan kepada kedua orang tua kita.
Dalam nasihat perkawinan dikatakan agar suami senantiasa berbuat baik kepada istri, maka kepada kedua orang tua harus lebih dari kepada istri. Karena dia yang melahirkan, mengasuh, mendidik dan banyak jasa lainnya kepada kita. Bentuk-Bentuk Berbuat Baik Kepada Kedua Orang Tua Adalah :
Pertama.

Dalam suatu riwayat dikatakan bahwa ketika seseorang meminta izin untuk berjihad (dalam hal ini fardhu kifayah kecuali waktu diserang musuh maka fardhu ‘ain) dengan meninggalkan orang tuanya dalam keadaan menangis, maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Kembali dan buatlah keduanya tertawa seperti engkau telah membuat keduanya menangis” [Hadits Riwayat Abu Dawud dan Nasa'i] Dalam riwayat lain dikatakan : “Berbaktilah kepada kedua orang tuamu” [Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim]
Kedua.
Yaitu berkata kepada keduanya dengan perkataan yang lemah lembut. Hendaknya dibedakan berbicara dengan kedua orang tua dan berbicara dengan anak, teman atau dengan yang lain. Berbicara dengan perkataan yang mulia kepada kedua orang tua, tidak boleh mengucapkan ‘ah’ apalagi mencemooh dan mencaci maki atau melaknat keduanya karena ini merupakan dosa besar dan bentuk kedurhakaan kepada orang tua. Jika hal ini sampai terjadi, wal iya ‘udzubillah.
Kita tidak boleh berkata kasar kepada orang tua kita, meskipun keduanya berbuat jahat kepada kita. Atau ada hak kita yang ditahan oleh orang tua atau orang tua memukul kita atau keduanya belum memenuhi apa yang kita minta (misalnya biaya sekolah) walaupun mereka memiliki, kita tetap tidak boleh durhaka kepada keduanya.
Ketiga.
Tawadlu (rendah diri). Tidak boleh kibir (sombong) apabila sudah meraih sukses atau mempunyai jabatan di dunia, karena sewaktu lahir kita berada dalam keadaan hina dan membutuhkan pertolongan. Kedua orang tualah yang menolong dengan memberi makan, minum, pakaian dan semuanya.
Seandainya kita diperintahkan untuk melakukan pekerjaan yang kita anggap ringan dan merendahkan kita yang mungkin tidak sesuai dengan kesuksesan atau jabatan kita dan bukan sesuatu yang haram, wajib bagi kita untuk tetap taat kepada keduanya. Lakukan dengan senang hati karena hal tersebut tidak akan menurunkan derajat kita, karena yang menyuruh adalah orang tua kita sendiri. Hal itu merupakan kesempatan bagi kita untuk berbuat baik selagi keduanya masih hidup.
Keempat.
Yaitu memberikan infak (shadaqah) kepada kedua orang tua. Semua harta kita adalah milik orang tua. Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala surat Al-Baqarah ayat 215.
“Artinya : Mereka bertanya kepadamu tentang apa yang mereka infakkan. Jawablah, “Harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu bapakmu, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan. Dan apa saja kebajikan yang kamu perbuat sesungguhnya Allah maha mengetahui”
Jika seseorang sudah berkecukupan dalam hal harta hendaklah ia menafkahkannya yang pertama adalah kepada kedua orang tuanya. Kedua orang tua memiliki hak tersebut sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam surat Al-Baqarah di atas. Kemudian kaum kerabat, anak yatim dan orang-orang yang dalam perjalanan. Berbuat baik yang pertama adalah kepada ibu kemudian bapak dan yang lain, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut.
“Artinya : Hendaklah kamu berbuat baik kepada ibumu kemudian ibumu sekali lagi ibumu kemudian bapakmu kemudian orang yang terdekat dan yang terdekat” [Hadits Riwayat Bukhari dalam Adabul Mufrad No. 3, Abu Dawud No. 5139 dan Tirmidzi 1897, Hakim 3/642 dan 4/150 dari Mu'awiyah bin Haidah, Ahmad 5/3,5 dan berkata Tirmidzi, "Hadits Hasan"]
Sebagian orang yang telah menikah tidak menafkahkan hartanya lagi kepada orang tuanya karena takut kepada istrinya, hal ini tidak dibenarkan. Yang mengatur harta adalah suami sebagaimana disebutkan bahwa laki-laki adalah pemimpin bagi kaum wanita. Harus dijelaskan kepada istri bahwa kewajiban yang utama bagi anak laki-laki adalah berbakti kepada ibunya (kedua orang tuanya) setelah Allah dan Rasul-Nya. Sedangkan kewajiban yang utama bagi wanita yang telah bersuami setelah kepada Allah dan Rasul-Nya adalah kepada suaminya. Ketaatan kepada suami akan membawanya ke surga. Namun demikian suami hendaknya tetap memberi kesempatan atau ijin agar istrinya dapat berinfaq dan berbuat baik lainnya kepada kedua orang tuanya.
Kelima.
Mendo’akan orang tua. Sebagaimana dalam ayat “Robbirhamhuma kamaa rabbayaani shagiiro” (Wahai Rabb-ku kasihanilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku diwaktu kecil). Seandainya orang tua belum mengikuti dakwah yang haq dan masih berbuat syirik serta bid’ah, kita harus tetap berlaku lemah lembut kepada keduanya. Dakwahkan kepada keduanya dengan perkataan yang lemah lembut sambil berdo’a di malam hari, ketika sedang shaum, di hari Jum’at dan di tempat-tempat dikabulkannya do’a agar ditunjuki dan dikembalikan ke jalan yang haq oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Apabila kedua orang tua telah meninggal maka :
Yang pertama : Kita lakukan adalah meminta ampun kepada Allah Ta’ala dengan taubat yang nasuh (benar) bila kita pernah berbuat durhaka kepada kedua orang tua sewaktu mereka masih hidup.
Yang kedua : Adalah mendo’akan kedua orang tua kita.
Dalam sebuah hadits dla’if (lemah) yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Ibnu Hibban, seseorang pernah bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
“Apakah ada suatu kebaikan yang harus aku perbuat kepada kedua orang tuaku sesudah wafat keduanya ?” Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Ya, kamu shalat atas keduanya, kamu istighfar kepada keduanya, kamu memenuhi janji keduanya, kamu silaturahmi kepada orang yang pernah dia pernah silaturahmi kepadanya dan memuliakan teman-temannya” [Hadits ini dilemahkan oleh beberapa imam ahli hadits karena di dalam sanadnya ada seorang rawi yang lemah dan Syaikh Albani Rahimahullah melemahkan hadits ini dalam kitabnya Misykatul Mashabiih dan juga dalam Tahqiq Riyadush Shalihin (Bahajtun Nazhirin Syarah Riyadush Shalihin Juz I hal.413 hadits No. 343)]
Sedangkan menurut hadits-hadits yang shahih tentang amal-amal yang diperbuat untuk kedua orang tua yang sudah wafat, adalah :
[1] Mendo’akannya
[2] Menshalatkan ketika orang tua meninggal
[3] Selalu memintakan ampun untuk keduanya.
[4] Membayarkan hutang-hutangnya
[5] Melaksanakan wasiat yang sesuai dengan syari’at.
[6] Menyambung tali silaturrahmi kepada orang yang keduanya juga pernah menyambungnya
email : mitanjung09@gmail.com

Sabtu, 06 Oktober 2012

JADWAL MID SEMESTER GASAL 2012/2013


Jadwal mid semester ganjil kelas III - VI

No
Hari tanggal
Waktu
Mata pelajaran
1
Senin, 8 Oktober 2012
07.00-09.00
Bahasa Indonesia
09.00-09.30
Istirahat
09.30-11.00
Aqidah Akhlak
2
Selasa, 9 Oktober 2012
07.00-09.00
Matematika
09.00-09.30
Istirahat
09.30-11.00
Fiqih
3
Rabu, 10 Oktober 2012
07.00-09.00
IPA
09.00-09.30
Istirahat
09.30-11.00
Qur’an Hadits
4
Kamis, 11 Oktober 2012
07.00-09.00
IPS
09.00-09.30
Istirahat
09.30-11.00
Bahasa Jawa
5
Jum’at, 12 Oktober 2012
07.00-09.00
Bahasa Arab
09.00-09.30
Istirahat
09.30-11.00
PKN
6
Sabtu, 13 Oktober 2012
07.00-09.00
Bahasa Inggris
09.00-09.30
Istirahat
09.30-11.00
SKI